MAKALAH MAKANAN KHAS TRADISIONAL PROVINSI NANGGROE ACEH
DARUSSALAM

DISUSUN
OLEH:
Nama : BENDHARD NIKO SITUMORANG
Nim :
CDA 112 001
Prodi :
Manajemen Sumberdaya Perairan / MSP
DINAS
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS
PALANGKA RAYA
FAKULTAS
PERTANIAN
JURUSAN
PERIKANAN
2013
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan Rahmat danKarunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini
dengan baik dan benar, serta tepat padawaktunya. Dalam makalah ini kami akan
membahas mengenai “MAKALAH
MAKANAN KHAS TRADISIONAL PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM”
Makalah ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa
bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan
selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran
serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Palangka
Raya oktober 2013
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I.
PENDAHULUAN 1
A. Latar
Belakang 1
B.TUJUAN DAN MANFAAT 3
BAB II.
PEMBAHASAN 4
1.Ikan
Keumamah 4
2.Tongkol
Asam Sunti Khas Aceh 7
3.Acar Belanak 9
4.Gulai
Kepala Ikan khas Aceh 2 11
BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 12
A.KESIMPULAN 12
B.SARAN 12
DAFTAR PUSTAKA 13
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Aceh adalah sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat
di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Jumlah penduduk provinsi ini sekitar
4.500.000 jiwa. Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh berbatasan dengan Teluk Benggala di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera Utara di sebelah tenggara dan selatan.
Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada awal abad ke-17, Kesultanan Aceh adalah negara terkaya, terkuat, dan
termakmur di kawasan Selat
Malaka. Sejarah Aceh
diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap kendali orang
asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia. Jika
dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya, Aceh adalah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama).[10] Persentase penduduk Muslimnya adalah
yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam.[11] Berbeda dengan kebanyakan provinsi
lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri karena alasan sejarah.[12]
Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk minyak bumi dan gas alam. Sejumlah analis memperkirakan
cadangan gas alam Aceh adalah yang terbesar di dunia.[10] Aceh juga terkenal dengan hutannya
yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan dari Kutacane di Aceh Tenggara sampai Ulu Masen di Aceh Jaya. Sebuah taman nasional bernama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) didirikan di Aceh Tenggara.
Aceh adalah daratan yang paling dekat dengan episentrum gempa bumi Samudra Hindia 2004. Setelah gempa, gelombang tsunami menerjang sebagian
besar pesisir barat provinsi ini. Sekitar 170.000 orang tewas atau hilang
akibat bencana tersebut.[13] Bencana ini juga mendorong
terciptanya perjanjian
damai antara
pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan
Aceh Merdeka (GAM).
Berbicara tentang Budaya Aceh
memang tak habis-habisnya dan tak akan pernah selesai sampai kapanpun. Topik
yang satu ini memang menarik untuk dibicarakan terutama karena budaya itu
sendiri sesungguhnya merupakan segala hal yang berhubungan dengan hidup dan
kehidupan manusia. Jadi,selama manusia itu ada selama itu pula persoalan
makanan dan penganan akan terus dibicarakan.
1
Demikian
pula halnya Makanan Aceh, makanan yang terdapat didaerah yang pernah dilanda
konflik dan Tsunami 26 Desember 2004 lalu. Dua peristiwa besar yang
melanda Nanggroe Aceh Darusalam telah mencatat banyak sejarah. Manusia sebagai
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai wakil Tuhan di bumi yang
menerima amanat-Nya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan yang
mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan Sang Pencipta dengan
tulus. Suku Aceh merupakan kelompok mayoritas yang mendiami kawasan pesisir
Aceh. Orang Aceh yang mendiami kawasan Aceh Barat dan Aceh Selatan terdapat
sedikit perbedaan kultural yang nampak nya banyak dipengaruhi oleh gaya kebudayaan
Minangkabau.
Eungkot
Keumamah ini adalah salah satu dari sekian banyak masakan khas Aceh. Masakan
ini sudah ada dari jaman baheula. Bahkan makanan ini andalan para
pahlawan Aceh pada saat perang melawan kafir Belanda. Fungsi masakan ini
sendiri hampir sama dengan rendang—makanan yang awet dan tidak mudah basi.
Semakin dipanaskan/dihangatkan semakin enak. Disebut ikan kayu karena tekstur
ikan ini keras akibat dari proses pengeringan di terik matahari dan melalui
pengasapan. Hal ini dimaksudkan agar ikan lebih awet dan bisa digunakan dalam
jangka waktu yang lama. Setelah dijemur dan dipotong sepanjang pergelangan
tangan, lalu dilanjuti dengan proses pelumuran tepung dan sekikit kapur.
Secara umum,
sejarah masakan Aceh berkembang pada saat zaman hindu yang dibawa oleh orang
India yang secara lokasi dekat dengan Aceh. Masakan Aceh sendiri pun sangat
mirip dengan masakan India. Hal ini didukung pula karena ketersediaan
rempah-rempah di daerah setempat yang mewarnai cita rasanya yang asam dan pedas
serta gurih. Jenis makanan di Aceh pun beragam. Ada yang berkari kental,
berkuah, dan bertumis seperti Eungkot Keumamah ini.
2
B.TUJUAN
DAN MANFAAT
- Tujuan
Untuk
mengetahui sejauh mana Budaya Aceh mengalami perubahan,dan pandangan masyarakat
aceh terhadap petuah dan kebiasaan - kebiasaan yang telah turun menurun berlaku
dalam masyarakat, petuah atau kebiasaan yang disebut adapt istiadat di Nanggroe
Aceh yang mulai dikesampingkan oleh generasi muda, yang bersifat negatif yang
terjadi pasca konflik dan tsunami.
- Manfaat
Supaya
kita menyadari pentingnya menjaga Budaya Indonesia agar tidak terpengaruhi oleh
budaya asing. Karena kita tanpa sadari dan secara tidak langsung kita telah
merusak badaya kita sendiri. Dan terjerumus kepada perilaku yang tidak baik,
kita sudah menginjak-injak warisan endatu kita.
3
BAB II
PEMBAHASAN
1.Ikan Keumamah
Keumamah
atau sering disebut dengan Ikan kayu merupakan makanan tradisional Aceh yang
paling banyak diminati oleh masyarakat Aceh. Selain memiliki rasa yang lezat
dan unik, ikan ini terbuat dari ikan tuna,tongkol,dan cakalang yang telah
direbus, kemudian dikeringkan dan diiris-iris kecil.
Biasa
dimasak dengan menggunakan santan kelapa, kentang, cabai hijau dan rempah
lainnya. Ikan kayu ini tahan lama untuk dibawa perjalanan jauh, sehingga dapat
dijadikan bekal dalam perjalanan. Selama perang Aceh melawan Belanda di hutan,
jenis makanan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak. Nama
lainnya adalah katshiobushi.
A.Bahan
Baku Utama Pembuatan Ikan Kayu
Bahan baku
utama dalam pembuatan Ikan kayu yang unik ini adalah Tuna, Tongkol ataupun
cakalang.Daging ikan-ikan tersebut sangat gurih, padat dan mudah diolah menjadi
berbagai menu makanan sehingga ikan ini menjadi pilihan yang tepat untuk
menjadi menu makanan sehari-hari. Selain itu, ikan- ikan ini juga
memiliki kandungan protein yang tinggi dan sangat cocok dikonsumsi
oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan.

4
B.Kandungan
Gizi dan Manfaatnya Bagi Tubuh Manusia
Nilai gizi
tongkol terletak pada cairan tertentu yang keluar saat diolah (bisa direbus,
dikukus atau digoreng). Salah satu kandungan gizi yang sangat penting pada ikan
laut adalah omega 3 (EPA dan DHA). Beberapa jenis ikan laut
dengan kandungan omega 3 yang banyak dijual di pasaran Indonesia adalah ikan
tuna, ikan tongkol, ikan tenggiri, ikan layang, ikan kembung dan ikan
lemuru.
Kandungan gizi lainnya yang terdapat dalam Ikan kayu per
100 gram adalah:
Kalori : 111
Protein (gr) : 24
Lemak (gr) : 1
Kolesterol (mg) : 46
Zat besi (mg) : 0.7
Protein (gr) : 24
Lemak (gr) : 1
Kolesterol (mg) : 46
Zat besi (mg) : 0.7
Khasiat
Ikan Kayu:
Selain
lezat dan bergizi, ikan kayu juga memiliki khasiat yang cukup spesifik, yaitu
merangsang pertumbuhan sel-sel darah merah dan menghambat proses penuaan.
Makannya, jika ingin awet muda, disarankan untuk mengkonsumsi ikan kayu. Jika
dikonsumsi secara rutin, minimal tiga kali dalam seminggu sebagai menu
utama, penyakit semacam rheumatic dan anemia akan sulit mengganggu anda.
Khasiat
ikan kayu lainnya adalah untuk mengobati penyakit antara lain :
1.Rheumatic
dan Linu Tulang
2.Anemia
atau Lesu Darah
3.Mencegah
Ejakulasi Dini
4.Kulit
Kusam
5
C.Proses
Pengolahan Ikan Kayu
Proses pembuatan ikan kayu terdiri
dari tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.
Pembersihan ikan
Pada tahap ini ikan disiangi dan
kotoran-kotoran lainnya dibuang, kemudian dicuci untuk menghilangkan darah dan
lendir ikan. Proses ini dilakukan agar ikan yang akan digunakan untuk
pengolahan ikan kayu lebih higienis, sehingga terjaga keawetannya dan layak
untuk dikonsumsi.
Pemasakan
Pada tahap ini ikan dimasukkan kedalam panci untuk pross berikutnya. Kemudian ke dalam panci dimasukkan air, yang masing-masing panci ditambahkan garam secukupnya. Kemudian mulai dilakukan proses pemasakan dengan metode perebusan pada suhu 100 C selama beberapa waktu
Pemasakan
Pada tahap ini ikan dimasukkan kedalam panci untuk pross berikutnya. Kemudian ke dalam panci dimasukkan air, yang masing-masing panci ditambahkan garam secukupnya. Kemudian mulai dilakukan proses pemasakan dengan metode perebusan pada suhu 100 C selama beberapa waktu
2.
Penirisan dan Pengiringan Awal
Ikan yang
telah dimasak diangkat, lalu ditiriskan. Penirisan ini dilakukan untuk mengurangi
resapan air yang terdapat pada ikan yang telah direbus, sehingga mempercepat
prosess pengeringan. Setelah ikan ditiriskan, selanjutnya ikan dikeringkan
dengan sinar matahari, hingga permukaan ikan kering dan tidak hancur bila
dipotong/dibelah.
Pengecilan Ukuran
Setiap ikan tersebut dipotong menjadi dua bagian, satu bagian ikan tersebut dipotong/dibelah memanjang menjadi 2 bagian lagi, sehingga potongan ikan menjadi 4 bagian, dengan terlebih dahulu memisahkan tulang-tulangnya. Ikan-ikan ini dipotong dengan tujuan mempercepat proses pengeringan. Selanjutnya adalah tahap penirisan dan pengeringan akhir.
Pengecilan Ukuran
Setiap ikan tersebut dipotong menjadi dua bagian, satu bagian ikan tersebut dipotong/dibelah memanjang menjadi 2 bagian lagi, sehingga potongan ikan menjadi 4 bagian, dengan terlebih dahulu memisahkan tulang-tulangnya. Ikan-ikan ini dipotong dengan tujuan mempercepat proses pengeringan. Selanjutnya adalah tahap penirisan dan pengeringan akhir.
3.
Pengeringan Akhir
Pada tahap
ini ikan dijemur pada terik matahari, sampai ikan menjadi kering dan keras.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan ikan ini tergantung pada kondisi
cuaca. Pada kondisi cuaca yang cerah, biasanya waktu yang dibutuhkan adalah 1
hari. Proses pengeringan yang sempurna sangat berpengaruh pada keawetan ikan
sehingga ikan bisa tahan lebih lama.
4.
Penyimpanan
Ikan kayu
yang telah jadi disimpan dalam suatu wadah atau tempat yang dapat menjaga
keawetan ikan kayu tersebut. Dan tentunya wadah yang disediakan dapat menjaga
keawetan ikan dalam waktu yang lama.
6
D.Resep
Ikan Keumamah/Ikan Kayu khas Aceh
Bahan-Bahan:
• 1 potong ikan keumamah* (ikan kayu) rebus,lalu disayat tipis-tipis
• 30 buah asam sunti**
• 1 sdm cabe rawit giling
• ½ sdm cabe merah giling
• 10 siung bawang merah
• 1 tangkai daun kapri pulai (teumurui)
• 1 cangkir minyak kelapa
Cara membuat:
Campur semua bahan lalu tumis dengan satu cangkir minyak yang telah dipanaskan, masak sampai kekuningan. kalau Anda suka pedas, bisa tambahakan cabe Hijau yang di patah 3 saat menumis.
• 1 potong ikan keumamah* (ikan kayu) rebus,lalu disayat tipis-tipis
• 30 buah asam sunti**
• 1 sdm cabe rawit giling
• ½ sdm cabe merah giling
• 10 siung bawang merah
• 1 tangkai daun kapri pulai (teumurui)
• 1 cangkir minyak kelapa
Cara membuat:
Campur semua bahan lalu tumis dengan satu cangkir minyak yang telah dipanaskan, masak sampai kekuningan. kalau Anda suka pedas, bisa tambahakan cabe Hijau yang di patah 3 saat menumis.
2.Tongkol
Asam Sunti Khas Aceh
Resep Cara Membuat Tongkol Asam Sunti Khas Aceh – Jelajah kuliner kali ini, kami ResepOnline.Info ingin menyampaikan informasi Info Resep Masakan
Indonesia untuk anda. Mungkin resep masakan ini dapat membantu
anda dalam pencarian bahan referensi untuk nantinya anda masak. Kali inipun
kita akan membahas sajian olahan masakan yang lezat ini, pastinya masakan yang
satu ini akan terasa yahut ketika dibuat. Resep Membuat Tongkol Asam Sunti
Khas Aceh cocok untuk anda yang menyukai tantangan
dalam memasak hidangan inovatif.Bahan
yang dibutuhkan untuk membuat hidangan yang satu ini tidaklah terlalu sulit
ditemukan. Apabila anda dapat mengikuti langkah-langkah dalam proses membuatnya
pastinya akan terasa mudah ketika anda membuat
7
Resep Cara Membuat Tongkol Asam
Sunti Khas Aceh
Ikan
tongkol yang menjadi bahan utama dari sajian asal Aceh ini. Rasa dari hidangan
ini adalah asam segar jika Anda suka dengan rasa yang agak pedas, sebagian cabai
rawit bisa Anda memarkan.
Tongkol
Asam Sunti Khas Aceh
Bahan
Bahan Tongkol Asam Sunti Khas Aceh
- 750 gram ikan tongkol, dipotong-potong
- 1/2 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh cuka
- 1 lembar daun kunyit
- 6 buah cabai rawit utuh yang merah
- 2 buah asam sunti
- 1 1/4 sendok teh garam
- 1 1/4 sendok teh gula pasir
- 1/2 liter air
Bumbu
Halus Tongkol Asam Sunti Khas Aceh
- 2 cm jahe
- 3 cm kunyit
- 5 butir bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 4 butir kemiri
- 3 buah cabai merah
Cara
Pengolahan Tongkol Asam Sunti Khas Aceh
- Lumuri ikan dengan garam dan cuka. Diamkan selama 15 menit. Bilas sampai bersih.
- Tumis bumbu halus sampai harum. Tambahkan daun kunyit, cabai rawit, asam sunti. Aduk sampai layu.
- Masukkan air, didihkan.
- Tambahkan ikan tongkol. Bumbui garam dan gula. Kecilkan api. Masak sampai matang dan kuah kental.
- Untuk 8 potong
8
3.Acar Belanak
Acar
belanak
adalah masakan
nusantara yang lezat,terbuat
dari bahan dasar ikan belanak yang
diolah dengan campuran bumbu-asli
indonesia.
Sajian kuliner nusantara yang berasal darai aceh ini memiliki ciri khas kuat dengan rasa pedas, sehingga sangat cocok buat anda yang hobi dengan masakan pedas.
Berikut akan kami pandu para pecinta masakan nusantara untuk membuat sendiri hidangan ini.
Sajian kuliner nusantara yang berasal darai aceh ini memiliki ciri khas kuat dengan rasa pedas, sehingga sangat cocok buat anda yang hobi dengan masakan pedas.
Berikut akan kami pandu para pecinta masakan nusantara untuk membuat sendiri hidangan ini.
9
Bahan
dasar acar belanak:
- 750 gr ikan belanak
- 1 sdt garam
- 2 sdm air jeruk
- minyak goreng secukup nya
- 6 butir bawang merah rajang
- 4 buah cabe hijau rajang
- 3 buah cabe merah rajang
- 10 buah cabe rawit merah iris kasar
- 1 cm jahe iris halus.
- 1 sdt garam
- 2 sdm air jeruk
- minyak goreng secukup nya
- 6 butir bawang merah rajang
- 4 buah cabe hijau rajang
- 3 buah cabe merah rajang
- 10 buah cabe rawit merah iris kasar
- 1 cm jahe iris halus.
Cara membuat acar belanak:
- Tumis
bawang merah sampai tercium aroma harum, masukan cabe hijau, cabe merah,
dan cabe rawit, lalu di aduk sampai layu.
dan cabe rawit, lalu di aduk sampai layu.
- Masukan ikan goreng lalu masak sebentar
dengan api besar.
- Acar belanak siap disajikan.
10
4.Gulai Kepala Ikan khas Aceh 2
resep
masakan indonesia
Bahan:
- 1 bh Kepala Ikan
- Ketumbar
- Jintan manis
- Cabe merah giling
- Kunyit
- 6 bh Asam sunti
- 1 gelas santan
- 1 bawang merah
- 1 bawang putih
- Jahe
- 500 ml air
- garam
- merica
- minyak goreng untuk menumis
aneka resep masakan
cara:
- Belah dua kepala ikan, bersihkan, sisihkan.
- ketumbar, jintan manis, cabe merah, kunyit, digiling sampai halus.
- bawang merah, putih dan jahe digiling sampe halus.
- tumis gilingan bawang sampai wangi, masukan gilingan cabe, aduk rata.
- masukan kepala ikan, aduk rata.
- masukan asam sunti, aduk rata, lalu masukan santan, aduk sampai mendidih.
- tambah air, garam dan merica, aduk sampai mendidih.
- hidangkan dengan nasi hangat
11
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.KESIMPULAN
aceh
merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki aneka ragam budaya yang
menarik khususnya dalam bentuk tarian, kerajinan dan perayaan dan makanan /
penganan. Kebudayaan Aceh sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. Tarian,
kerajinan, ragam hias, adat istiadat, dan lain-lain semuanya berakar pada nilai
- nilai keislaman. Dan dari data diatas dengan mengetahui cara pembuatan ikan
keumamah/ikan kayu mudah-mudahan kita tambah cinta tehadap masakan tradisional
daerah Indonesia.
B.SARAN
Maka
dari itu kita harus memahami faham tentang adaptasi dan budaya kita. Kita juga
harus memahami seberapa penting adat, budaya bagi kehidupan masyarakat,
guna tercapai hidup yang lebih baik, sebagaimana orang-orang sebelum kita kita
menjaga adapt budaya, maka dari itu marilah sama-sana kita menjaganya.
Semoga
tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita, agar kita lebih memahami dan mengerti
permasalahan Adat dan Kebudayaan Aceh.
12
DAFTAR PUSTAKA
Adawyah R. 2006. Pengolahan dan
Pengawetan Ikan.Jakarta: PT Bumi Aksara.
Afrianto E, Livinawaty E. 1989.
Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Yogyakarta: PT
Kansius.
Anggawati AM, Indriati N. 2007.
Penanganan Ikan Segar. Jakarta: Balai Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi
Kelautan dan Perikanan. [DKP].
Thaib,Rosita.2008.SINTAKSI. Banda aceh
:Universitas syah kuala
M.
Zainuddin. 1961. Tarich Atjeh dan Nusantara. Medan. Pustaka Iskandar Muda
Ir. Eddy Afrianto & Ir. Evi
Liviawaty.Kanisius,
1989 - 125 halaman
13


